لاَ إِلَهَ إِلَّا الله المَلِكُ الحَقُّ المُبِيْنُ ۝ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الوَعْدِ الأَمِيْنُ

Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Menguasai Lagi Maha Benar Muhammad adalah utusan Allah, Orang Yang Benar Janjinya lagi Dapat Dipercaya

Nasihat Guru

Barangsiapa kenal dirinya, maka ia kenal dengan Tuhannya

Percaya Diri

A. Percaya Kepada Diri Sendiri



I.    Supaya engkau ketahui dan sebagai dasar serta pegangan untukmu sehingga tumbuh didalam lubuk jiwamu dan menjadi kenyataan didalam hidupmu, perhatikanlah firman Allah yang berbunyi demikian:

 لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ ٤
Artinya:
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk dan pendirian yang sebaik-baiknya.
(QS.  At Tiin [95] : 4)

Inilah pujian Tuhan Yang Maha Esa kepada kamu sekalian, oleh sebab itu wahai anak-anakku, untuk menerima pujian Tuhan ini, pertama-tama kamu mesti (harus) percaya kepada dirimu sendiri. Jadi percaya kepada dirimu sendiri, bahwa kamu telah diberi oleh Allah swt. Qudrat.

II. Qudrat : Artinya kekuasaan, yang mana kekuasaan itu ialah yang terdiri dari tiga unsur kekuatan sebagai berikut:

a.       Akal Artinya Timbangan, gunanya untuk menimbang sesuatu yang  akan  dikerjakan.
b.      Fikir Artinya Hitungan, gunanya untuk memperhitungkan untung dan ruginya apaapa yang telah dipertimbangkan .
c.       Dzikir Artinya Ingatan (Pengertian), gunanya ialah untuk mengingatkan sesuatu perbuatan yang telah dipertimbangkan baik dan buruknya serta apakah perbuatan ini sesuai menurut hukum Allah dan sunnah Rasul-Nya baik atau tidak.

Maka setelah pengertian tersebut sesuai dengan hukum Allah dan sunnah rasul-Nya, barulah diamalkan dengan yakin tanpa ragu-ragu lagi walau berat bagaimanapun juga. Adapun Qudrat sudah ada namun Tuhan Yang Maha Esa memberi pula Iradat.

III. Iradat artinya berkemauan, wahai anak-anakku sekalian bahwa, walaupun qudrat sudah ada padamu, kalau tidak kamu sertai Iradatnya yang telah dilimpahkan oleh Allah kepadamu, niscaya sia-sialah qudrat itu, sebab kemauan (iradat) adalah laksana kuda tunggangan. Kamu ada kekuasaan dan kemauan, tetapi tidak ada Ilmu, maka celakalah akibatnya yang akan menimpa diri kamu.

Contohnya:
Si Ahmad kuasa (mampu) naik kuda tetapi tidak memakai tali les kuda, sudah barang tentu apabila kuda itu lari kencang (mabur) maka celakalah si Ahmad. Sebab ia tidak dapat lagi mengendalikan kuda tersebut dan akhirnya hilanglah kekuasaan si Ahmad.

Sebab itu wahai anak-anakku, perhatikanlah dan percayalah kepada dirimu sendiri dan ketahuilah bahwa pada dirimu sekalian ini telah diberi oleh Allah Qudrat (kekuasaan) dan Iradat (berkemauan).

IV.  Jadi berarti pada dirimu sekalian ini ada:

1.    Qudrat (kekuasaan) dan
2.    Iradat (berkemauan)

V.   Tetapi apabila Qudrat dan Iradat yang telah ada padamu itu tidak kamu sertai dengan Ilmu, niscaya hidupmu akan membawa kerusakan, kehancuran dan kehinaan yang serendah-rendahnya disisi Allah swt. sebagaimana firman-Nya:

ثُمَّ رَدَدۡنَٰهُ أَسۡفَلَ سَٰفِلِينَ ٥
Artinya:
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka).
(Q.S.  At Tiin [95]:5)

Oleh sebab itu percayalah kepada dirimu sendiri dan amalkanlah apa-apa yang yang telah diberikan oleh Allah kepadamu sebagaimana firman-Nya berikut ini:

خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةٖ وَٱذۡكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ٦٣
Artinya:
Ambillah apa-apa yang telah Kami berikan itu dengan kekuatan yang ada pada kamu sekalian, kemudian perhatikanlah apa yang ada didalamnya, semoga kamu akan taqwa kepada Allah.
(Q.S. Al Baqarah: 63)
VI.  Tegasnya bahwa Allah swt. sudah memberikan kepada kamu sekalian wahai anak-anakku sekalian suatu yang sangat berharga yaitu :

1. Qudrat : Kekuasaan.
2. Iradat       : Kemauan.
3. Ilmu         : Pengetahuan.

Perhatikanlah ketiga-tiganya ini dan percayalah pada dirimu sendiri, barulah kamu dinamakan Hayatul Insan yang artinya manusia yang hidup.

VII. Wahaianak-anakku:
Tanda-tanda manusia yang hidup itu adalah :
1. Sama : Mendengar.
2. Bashar   : Melihat.
3. Kalam : berkata-kata.

Inilah ciri khas bagi manusia hidup dan ketiga-tiganya inipun ada pada kamu sekalian.

VIII.  Wahai anak-anakku:
Benarkah kamu mendengar?
Bahwa Tuhan Yang Maha Esa menjadikan kamu adalah sebaik-baiknya makhluk lebih dari pada makhluk lainnya seperti: malaikat, iblis, jin, hewan, tumbuh-tumbuhan. Kalau          benar-benar kamu mendengar, tentu kamu harus lebih mulia kehidupanmu didunia ini, sebab Tuhan yang Maha Esa berfirman:

مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٩٧
Artinya:
Barang siapa bekerja, baik laki-laki maupun perempuan padahal ia percaya kepada dirinya sendiri, niscaya Allah akan memberikan kepadanya suatu yang paling baik didunia ini.
(Q.S. An Nahl [16]: 97)

Wahai anak-anakku sekalian, sudahkah kamu mendengarkan firman itu? sudahkah kamu melihat bagaimana hinanya manusia? Sudahkah kamu berkata-kata pada dirimu sendiri bahwa aku ini adalah manusia, bukan hewan, bukan iblis, juga bukan jin?

Kalau sudah pasti kamu menjadi manusia yang sempurna dan paling baik kehidupanmu didunia ini.

IX. Nah Wahai anak-anakku, dengarkan nasihatku ini:
Jagalah dirimu dalam lima faktor sebelum datang kepadamu lima faktor juga, yaitu:
1.  Peliharalah kemudaanmu sebelum engkau tua.
2.  Jagalah kesehatanmu sebelum engkau mendapat sakit.
3.  Jagalah harta kekayaanmu sebelum engkau miskin.
4.  Jagalah waktumu yang terluang sebelum engkau ada kerja (sibuk).
5.  Jagalah kehidupanmu sebelum datang kematianmu (hidup sebelum engkau mati)

Sudahkah engkau melihat orang-orang lain yang menghargai waktu? Kalau sudah apa faktor-faktornya pada dirimu?

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ سَبَا بَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سُقْمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَحَيَا تَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ (رواه البيهقي و الحكيم)
Artinya :
Jagalah lima hal, sebelum datang lima hal: Yaitu jaga kemudaanmu sebelum datang tua dan jaga kesehatanmu sebelum engkau sakit dan jaga kekayaanmu sebelum engkau papa dan jaga waktu lapangmu sebelum engkau ada kerja dan jaga kehidupanmu sebelum engkau mati.
(HR. Baihaqie dan Hakim)


X.   Wahai anak-anakku, perhatikanlah nasihatku yang kedua ini:
1. Jangan kamu berjiwa lemah.
2. Jangan kamu berjiwa gelisah.
3. Jangan kamu berjiwa sedih (duka cita).

Sebab kamu adalah manusia yang paling tinggi derajatmu jika kamu benar-benar percaya kepada diri kamu sendiri.

XI.  Perhatikanlah dan amalkanlah Wahai anak-anakku nasihatku ini:
1.  Jangan kamu turut sesuatu yang engkausendiri tidaktahu.
2.  Jangan dengar sesuatu perkataan yang kamusendiri tidak tahu yang sebenarnya.
3.  Ketahuilah, sesungguhnya nanti pendengaranmu, penglihatanmu, dan jiwamu itu semuanya akan bertanggung jawab dihadapan Allah Yang Maha Esa.  

XII.Dengarkanlah wahai anak-anakku nasihatkulagi:
1.    Ucapkanlah kata-katamu kepada sesama manusia dengan kata-kata yang baik, kalau tidak lebih baik kamu diam (jangan berkata-kata).
2.    Muliakanlah tetangga kamu kanan dan kiri secara sopan santun.
3.    Muliakanlah tetamu kamu dengan perangai yang baik dan dengan sopan santun, sediakanlah baginya walau seteguk air.

XIII.Dengarkan nasihatku yang terakhir ini wahai anak-anakku:
1.  Muliakanlah ibumu dan berlakulah engkau dengan kelakuan serta perbuatan yang menggembirakan dia (menggembirakan hati ibumu).
2.  Hormatilah ayahmu dan jangan ditentang apa-apa yang menjadi kesenangannya.
3.  Jika sekiranya engkau diajak berbuat sesuatu perbuatan yang melanggar hukum Allah dan engkau sendiri tidak tahu apa-apa maka janganlah engkau ikuti keduanya tetapi pergaulilah kedua ibu bapakmu dengan sopan (tidak berkata dan berbuat kasar).
4.  Hormatilah gurumu laksanakanlah apa-apa yang telah ia ajarkan kepadamu sekalian, dengan ini niscaya kamu akan menjadi orang yang dimuliakan Allah swt. dan termasuk orang yang beriman kepada Allah swt.