I. Supaya engkau ketahui dan sebagai dasar serta pegangan untukmu sehingga
tumbuh didalam lubuk jiwamu dan menjadi kenyataan didalam hidupmu,
perhatikanlah firman Allah yang berbunyi demikian:
لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ
فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ ٤
Artinya:
sesungguhnya
Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk dan pendirian yang sebaik-baiknya.
(QS. At Tiin [95] : 4)
Inilah pujian
Tuhan Yang Maha Esa kepada kamu sekalian, oleh sebab itu wahai anak-anakku,
untuk menerima pujian Tuhan ini, pertama-tama kamu mesti (harus) percaya kepada
dirimu sendiri. Jadi percaya kepada dirimu sendiri, bahwa kamu telah diberi
oleh Allah swt. Qudrat.
II. Qudrat : Artinya
kekuasaan, yang mana kekuasaan itu ialah yang terdiri dari tiga unsur kekuatan
sebagai berikut:
a. Akal Artinya Timbangan, gunanya untuk menimbang sesuatu yang akan
dikerjakan.
b. Fikir Artinya Hitungan, gunanya untuk memperhitungkan untung dan ruginya apaapa
yang telah dipertimbangkan .
c. Dzikir Artinya Ingatan (Pengertian), gunanya ialah untuk mengingatkan sesuatu
perbuatan yang telah dipertimbangkan baik dan buruknya serta apakah perbuatan
ini sesuai menurut hukum Allah dan sunnah Rasul-Nya baik atau tidak.
Maka setelah
pengertian tersebut sesuai dengan hukum Allah dan sunnah rasul-Nya, barulah
diamalkan dengan yakin tanpa ragu-ragu lagi walau berat bagaimanapun juga.
Adapun Qudrat sudah ada namun Tuhan Yang Maha Esa memberi pula Iradat.
III. Iradat artinya berkemauan, wahai anak-anakku sekalian bahwa,
walaupun qudrat sudah ada padamu, kalau tidak kamu sertai Iradatnya yang telah
dilimpahkan oleh Allah kepadamu, niscaya sia-sialah qudrat itu, sebab kemauan
(iradat) adalah laksana kuda tunggangan. Kamu ada kekuasaan dan kemauan, tetapi
tidak ada Ilmu, maka celakalah akibatnya yang akan menimpa diri kamu.
Contohnya:
Si Ahmad kuasa
(mampu) naik kuda tetapi tidak memakai tali les kuda, sudah barang tentu
apabila kuda itu lari kencang (mabur) maka celakalah si Ahmad. Sebab ia tidak
dapat lagi mengendalikan kuda tersebut dan akhirnya hilanglah kekuasaan si
Ahmad.
Sebab itu wahai
anak-anakku, perhatikanlah dan percayalah kepada dirimu sendiri dan ketahuilah
bahwa pada dirimu sekalian ini telah diberi oleh Allah Qudrat (kekuasaan) dan
Iradat (berkemauan).
IV. Jadi berarti pada dirimu sekalian ini ada:
1.
Qudrat (kekuasaan) dan
2.
Iradat (berkemauan)
V. Tetapi apabila
Qudrat dan Iradat yang telah ada padamu itu tidak kamu sertai dengan Ilmu,
niscaya hidupmu akan membawa kerusakan, kehancuran dan kehinaan yang
serendah-rendahnya disisi Allah swt. sebagaimana firman-Nya:
ثُمَّ
رَدَدۡنَٰهُ أَسۡفَلَ سَٰفِلِينَ ٥
Artinya:
Kemudian Kami
kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka).
(Q.S. At Tiin [95]:5)
Oleh sebab itu
percayalah kepada dirimu sendiri dan amalkanlah apa-apa yang yang telah
diberikan oleh Allah kepadamu sebagaimana firman-Nya berikut ini:
خُذُواْ
مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةٖ وَٱذۡكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ٦٣
Artinya:
Ambillah apa-apa
yang telah Kami berikan itu dengan kekuatan yang ada pada kamu sekalian,
kemudian perhatikanlah apa yang ada didalamnya, semoga kamu akan taqwa kepada
Allah.
(Q.S. Al Baqarah: 63)
VI. Tegasnya bahwa Allah swt. sudah
memberikan kepada kamu sekalian wahai anak-anakku sekalian suatu yang sangat
berharga yaitu :
1.
Qudrat : Kekuasaan.
2.
Iradat : Kemauan.
3.
Ilmu : Pengetahuan.
Perhatikanlah
ketiga-tiganya ini dan percayalah pada dirimu sendiri, barulah kamu dinamakan
Hayatul Insan yang artinya manusia yang hidup.
VII. Wahaianak-anakku:
Tanda-tanda
manusia yang hidup itu adalah :
1. Sama : Mendengar.
2. Bashar : Melihat.
3. Kalam : berkata-kata.
Inilah ciri khas
bagi manusia hidup dan ketiga-tiganya inipun ada pada kamu sekalian.
VIII. Wahai
anak-anakku:
Benarkah kamu
mendengar?
Bahwa Tuhan Yang
Maha Esa menjadikan kamu adalah sebaik-baiknya makhluk lebih dari pada makhluk
lainnya seperti: malaikat, iblis, jin, hewan, tumbuh-tumbuhan. Kalau benar-benar kamu mendengar, tentu kamu
harus lebih mulia kehidupanmu didunia ini, sebab Tuhan yang Maha Esa berfirman:
مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن
ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ
وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٩٧
Artinya:
Barang siapa
bekerja, baik laki-laki maupun perempuan padahal ia percaya kepada dirinya
sendiri, niscaya Allah akan memberikan kepadanya suatu yang paling baik didunia
ini.
(Q.S. An Nahl [16]: 97)
Wahai
anak-anakku sekalian, sudahkah kamu mendengarkan firman itu? sudahkah kamu
melihat bagaimana hinanya manusia? Sudahkah kamu berkata-kata pada dirimu
sendiri bahwa aku ini adalah manusia, bukan hewan, bukan iblis, juga bukan jin?
Kalau sudah
pasti kamu menjadi manusia yang sempurna dan paling baik kehidupanmu didunia
ini.
IX. Nah Wahai
anak-anakku, dengarkan nasihatku ini:
Jagalah dirimu
dalam lima faktor sebelum datang kepadamu lima faktor juga, yaitu:
1. Peliharalah kemudaanmu sebelum engkau tua.
2. Jagalah kesehatanmu sebelum engkau mendapat sakit.
3. Jagalah harta kekayaanmu sebelum engkau miskin.
4. Jagalah waktumu yang terluang sebelum engkau ada kerja (sibuk).
5. Jagalah kehidupanmu sebelum datang kematianmu (hidup sebelum engkau mati)
Sudahkah engkau
melihat orang-orang lain yang menghargai waktu? Kalau sudah apa
faktor-faktornya pada dirimu?
اِغْتَنِمْ خَمْسًا
قَبْلَ خَمْسٍ سَبَا بَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سُقْمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ
قَبْلَ شُغْلِكَ وَحَيَا تَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ (رواه البيهقي و الحكيم)
Artinya :
Jagalah lima hal, sebelum datang lima hal: Yaitu jaga
kemudaanmu sebelum datang tua dan jaga kesehatanmu sebelum engkau sakit dan
jaga kekayaanmu sebelum engkau papa dan jaga waktu lapangmu sebelum engkau ada
kerja dan jaga kehidupanmu sebelum engkau mati.
(HR. Baihaqie dan Hakim)
X. Wahai anak-anakku, perhatikanlah
nasihatku yang kedua ini:
1.
Jangan kamu berjiwa lemah.
2.
Jangan kamu berjiwa gelisah.
3.
Jangan kamu berjiwa sedih (duka cita).
Sebab kamu
adalah manusia yang paling tinggi derajatmu jika kamu benar-benar percaya
kepada diri kamu sendiri.
XI. Perhatikanlah dan amalkanlah Wahai
anak-anakku nasihatku ini:
1. Jangan kamu turut sesuatu yang engkausendiri tidaktahu.
2. Jangan dengar sesuatu perkataan yang kamusendiri tidak tahu yang
sebenarnya.
3. Ketahuilah, sesungguhnya nanti pendengaranmu, penglihatanmu, dan jiwamu itu
semuanya akan bertanggung jawab dihadapan Allah Yang Maha Esa.
XII.Dengarkanlah
wahai anak-anakku nasihatkulagi:
1. Ucapkanlah kata-katamu kepada sesama manusia dengan kata-kata yang baik,
kalau tidak lebih baik kamu diam (jangan berkata-kata).
2. Muliakanlah tetangga kamu kanan dan kiri secara sopan santun.
3. Muliakanlah tetamu kamu dengan perangai yang baik dan dengan sopan santun,
sediakanlah baginya walau seteguk air.
XIII.Dengarkan nasihatku yang terakhir ini wahai anak-anakku:
1.
Muliakanlah ibumu dan berlakulah
engkau dengan kelakuan serta perbuatan yang menggembirakan dia (menggembirakan
hati ibumu).
2.
Hormatilah ayahmu dan jangan
ditentang apa-apa yang menjadi kesenangannya.
3.
Jika sekiranya engkau diajak
berbuat sesuatu perbuatan yang melanggar hukum Allah dan engkau sendiri tidak
tahu apa-apa maka janganlah engkau ikuti keduanya tetapi pergaulilah kedua ibu
bapakmu dengan sopan (tidak berkata dan berbuat kasar).
4.
Hormatilah gurumu laksanakanlah
apa-apa yang telah ia ajarkan kepadamu sekalian, dengan ini niscaya kamu akan
menjadi orang yang dimuliakan Allah swt. dan termasuk orang yang beriman kepada
Allah swt.
