لاَ إِلَهَ إِلَّا الله المَلِكُ الحَقُّ المُبِيْنُ ۝ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الوَعْدِ الأَمِيْنُ

Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Menguasai Lagi Maha Benar Muhammad adalah utusan Allah, Orang Yang Benar Janjinya lagi Dapat Dipercaya

Nasihat Guru

Barangsiapa kenal dirinya, maka ia kenal dengan Tuhannya

Percaya Kepada Allah Swt


B. Percaya Kepada Allah Swt



I.    Setelah anak-anakku kamu percaya kepada dirimu sendiri kemudian percayalah kepada Allah swt. bahwa:
1. Dia bersifat Maha Pemurah.
2.      Dia bersifat Maha Pengasih.
3.      Dia bersifat Maha Kaya.
4.      Dia bersifat Maha Terpuji
5. Dia bersifat Maha Mengetahui baik yang nyata ataupun ghaib dan lain-lainnya.

II.  Wahai anak-anakku:
Kamu musti (harus) percaya bahwa tiap-tiap suatu benda seperti: meja, kursi, dan lain-lain tentu ada tukang yang membuatnya walaupun kamu tidak melihat tukang-tukang itu, namun kamu yakin bahwa tiap-tiap sesuatu itu tentu ada yang membuatnya.

Begitulah hendaknya kamu wajib percaya bahwa tiap-tiap makhluk diatas alam ini ada yang membuatnya, yaitu yang disebut namanya Allah swt.


III. Dia bersifat Qaadirun artinya: Maha Kuasa.

إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ٢٠
Artinya:
Sesungguhnya Allah itu tiap-tiap atas sesuatu Dia Maha Kuasa.
(QS. Al Baqarah [2]: 20)

Benarkah kamu telah mendengar?
Kalau kamu sudah mendengar pasti kamu akan menjadi manusia yang berani menghadapi sesuatu didalam segi-segi kehidupan didunia ini, sebab tidak terjadi sesuatu kecuali apa-apa yang dikehendaki oleh Allah swt.

إِنَّمَآ أَمۡرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيۡ‍ًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ ٨٢
Artinya:
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.
(Q.S. Yasin [36]: 82)

IV.  Wahai anak-anakku
Dengan kepercayaan dan keyakinan ini kamu akan menjadi seorang hamba yang tabah dan berani, sebab Tuhan telah berfirman:

قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوۡلَىٰنَاۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٥١
Artinya:
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal."
(Q.S.  At Taubah [09]: 51)

V.   Wahai anak-anakku, perhatikanlah nasehat gurumu:
1. Peliharalah perilaku yang baik terhadap Allah dan manusia.
2. Orang yang paling sempurna imannya diantara kamu ialah orang yang paling baik perangainya dan orang yang paling baik diantara kamu, ialah orang yang paling baik kepada isi rumah tangganya.
3. Tidak kamu dinamakan seorang yang beriman kepada Allah sebelum engkau menyintai saudaramu (sesama mukmin) sebagaimana kamu menyintai dirimu sendiri.
4. Wahai anak-anakku, janganlah kamu suka memutuskan tali perhubunganmu dan janganlah kamu berpaling-palingan muka sesama kamu. Dan jadilah hamba Allah yang hidup bersaudara (memelihara persaudaraan) sebab tidak dihalalkan seseorang mukmin marah (tidak berbicara) kepada saudaranya lebih dari tiga hari.
5. Bergaullah  kepada manusia dengan budi pekerti yang baik sebagai seorang mukmin.

VI.  Wahai anak-anakku.
Selain dari itu amalkanlah nasehatku yang terakhir ini yaitu enam faktor dibawah ini yang menjadi kewajibanmu kalau kamu benar-benar telah beriman kepada Allah swt. yakni:
1.    Apabila kamu berjumpa sesama mukmin berilah salam kepadanya dan sebaliknya jawablah salam itu lebih baik dari yang memberinya atau sama-sama mendo’akan.
2.    Kalau kamu diundang oleh orang-orang mukmin maka datangilah undangan itu (hadirilah).
3.    Apabila dia minta nasihat darimu, maka nasihatilah dia.
4.    Kalau dia bersin lalu mengucapkan Alhamdulillah, maka doakanlah dia Yarhamuka Allah.
5.    Kalau engkau dengar saudaramu sakit, tengoklah dia lalu gembirakanlah dia hingga sembuh.
6.    Kalau saudaramu mati, uruslah dia sebagaimana mestinya, yaitu: mandikan dia, kafankan (bungkus), shalatkan, tanamkan dan do’akan dia.

Inilah nasihatku, semoga kamu sekalian menjadi orang yang beriman kepada Allah swt. hingga benar-benar dipuji oleh Allah swt.

Do’anya : Yarhamuka Allah (semoga Allah merahmati kamu)

أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ حَقّٗاۚ لَّهُمۡ دَرَجَٰتٌ عِندَ رَبِّهِمۡ وَمَغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ ٤
Artinya:
Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yang mulia.
(Q.S. Al Anfal [08]: 4)

Tegasnya wahai anak-anakku:
Sungguh kasih sayangku kepadamu, wasiatku yang terakhir: Jangan engkau hampiri kematianmu (jangan kamu mati) diatas muka bumi ini, sebelum tercapai tujuan hidupmu selamat sejahtera serta mulia didunia dan bahagia disisi Allah swt. Amin