B. Percaya Kepada Allah Swt
I. Setelah
anak-anakku kamu percaya kepada dirimu sendiri kemudian percayalah kepada Allah
swt. bahwa:
1. Dia bersifat Maha
Pemurah.
2. Dia bersifat
Maha Pengasih.
3. Dia bersifat
Maha Kaya.
4. Dia bersifat
Maha Terpuji
5. Dia bersifat Maha
Mengetahui baik yang nyata ataupun ghaib dan lain-lainnya.
II. Wahai anak-anakku:
Kamu musti
(harus) percaya bahwa tiap-tiap suatu benda seperti: meja, kursi, dan lain-lain
tentu ada tukang yang membuatnya walaupun kamu tidak melihat tukang-tukang itu,
namun kamu yakin bahwa tiap-tiap sesuatu itu tentu ada yang membuatnya.
Begitulah
hendaknya kamu wajib percaya bahwa tiap-tiap makhluk diatas alam ini ada yang
membuatnya, yaitu yang disebut namanya Allah swt.
III. Dia bersifat Qaadirun artinya: Maha Kuasa.
إِنَّ
ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ٢٠
Artinya:
Sesungguhnya
Allah itu tiap-tiap atas sesuatu Dia Maha Kuasa.
(QS. Al Baqarah [2]: 20)
Benarkah kamu
telah mendengar?
Kalau kamu sudah
mendengar pasti kamu akan menjadi manusia yang berani menghadapi sesuatu
didalam segi-segi kehidupan didunia ini, sebab tidak terjadi sesuatu kecuali
apa-apa yang dikehendaki oleh Allah swt.
إِنَّمَآ
أَمۡرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيًۡٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ ٨٢
Artinya:
Sesungguhnya
perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!"
maka terjadilah ia.
(Q.S. Yasin [36]: 82)
IV. Wahai anak-anakku
Dengan
kepercayaan dan keyakinan ini kamu akan menjadi seorang hamba yang tabah dan
berani, sebab Tuhan telah berfirman:
قُل لَّن يُصِيبَنَآ
إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوۡلَىٰنَاۚ وَعَلَى ٱللَّهِ
فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٥١
Artinya:
Katakanlah:
"Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan
oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah
orang-orang yang beriman harus bertawakkal."
(Q.S. At Taubah [09]: 51)
V. Wahai anak-anakku, perhatikanlah
nasehat gurumu:
1.
Peliharalah perilaku yang baik terhadap
Allah dan manusia.
2.
Orang yang paling sempurna imannya
diantara kamu ialah orang yang paling baik perangainya dan orang yang paling
baik diantara kamu, ialah orang yang paling baik kepada isi rumah tangganya.
3.
Tidak kamu dinamakan seorang yang beriman
kepada Allah sebelum engkau menyintai saudaramu (sesama mukmin) sebagaimana
kamu menyintai dirimu sendiri.
4.
Wahai anak-anakku, janganlah kamu suka
memutuskan tali perhubunganmu dan janganlah kamu berpaling-palingan muka sesama
kamu. Dan jadilah hamba Allah yang hidup bersaudara (memelihara persaudaraan)
sebab tidak dihalalkan seseorang mukmin marah (tidak berbicara) kepada
saudaranya lebih dari tiga hari.
5.
Bergaullah kepada manusia dengan budi pekerti yang baik
sebagai seorang mukmin.
VI. Wahai anak-anakku.
Selain dari itu
amalkanlah nasehatku yang terakhir ini yaitu enam faktor dibawah ini yang menjadi
kewajibanmu kalau kamu benar-benar telah beriman kepada Allah swt. yakni:
1.
Apabila kamu berjumpa sesama mukmin
berilah salam kepadanya dan sebaliknya jawablah salam itu lebih baik dari yang
memberinya atau sama-sama mendo’akan.
2.
Kalau kamu diundang oleh
orang-orang mukmin maka datangilah undangan itu (hadirilah).
3.
Apabila dia minta nasihat darimu,
maka nasihatilah dia.
4.
Kalau dia bersin lalu mengucapkan
Alhamdulillah, maka doakanlah dia Yarhamuka Allah.
5.
Kalau engkau dengar saudaramu
sakit, tengoklah dia lalu gembirakanlah dia hingga sembuh.
6.
Kalau saudaramu mati, uruslah dia
sebagaimana mestinya, yaitu: mandikan dia, kafankan (bungkus), shalatkan,
tanamkan dan do’akan dia.
Inilah
nasihatku, semoga kamu sekalian menjadi orang yang beriman kepada Allah swt.
hingga benar-benar dipuji oleh Allah swt.
Do’anya :
Yarhamuka Allah (semoga Allah merahmati kamu)
أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ
حَقّٗاۚ لَّهُمۡ دَرَجَٰتٌ عِندَ رَبِّهِمۡ وَمَغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ ٤
Artinya:
Itulah
orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh
beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat)
yang mulia.
(Q.S. Al Anfal [08]: 4)
Tegasnya
wahai anak-anakku:
Sungguh kasih
sayangku kepadamu, wasiatku yang terakhir: Jangan engkau hampiri kematianmu
(jangan kamu mati) diatas muka bumi ini, sebelum tercapai tujuan hidupmu
selamat sejahtera serta mulia didunia dan bahagia disisi Allah swt. Amin
