C.
Percaya Kepada
Masyarakat
a. Wahai anak-anakku, setelah kamu sekalian percaya kepada
diri sendiri, percaya kepada Allah Tuhan yang Maha Esa dan selanjutnya percaya
kepada masyarakat, dari masyarakat yang kecil sampai kepada masyarakat yang
besar.
b. Sedangkan masyarakat itu terdiri dari tiga golongan yaitu:
i.
Golongan
Ash-habul Yamiin (masyarakat yang beriman)
ii. Golongan Ash-habul Syimal (masyarakat yang tidak beriman)
iii. Golongan Ash-habul Muqarrabun (masyarakat yang
mendekatkan diri dengan yakin kepada Allah)
III. Wahai anak-anakku, dengar nasihatku ini:
a.
Kamu semuanya
ini adalah Raja (Pemimpin), sedangkan yang mengangkat kamu selaku Raja
(Pemimpin) itu adalah Allah swt.
b.
Sudah barang
tentu tiap-tiap pemimpin wajib bertanggung jawab terhadap masyarakat yang
dipimpinnya itu dan mempertanggung jawabkannya dihadirat Allah swt atas apa-apa
yang telah ia lakukan sebagai pemimpin. (bertanggung jawab terhadap masyarakat
dan kepada Allah swt).
Cobalah perhatikan sabda Nabi Muhammad saw. berikut ini:
كُلُّكُمْ
رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ, اَلاِ مَامُ رَاعٍ وَمَسْؤُوْلٌ
عَنْ رَعِيَّتِهِ, وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِيْ اَهْلِهِ وَهُوَ مَسْؤُوْلٌ عَنْ
رَعِيَّتِه, وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَّةٍ فِيْ بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْؤُوْلَةٌ عَنْ
رَعِيَّتِهَا, وَالْخَادِمُ رَاعٍ فِيْ مَالٍ سَيِّدِهِ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ,
وَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ (رواه البخارى)
Artinya:
1.Tiap-tiap seorang daripada kamu itu pengurus dan
tiap-tiap seorang dari kamu akan diperiksa dari hal urusannya. 2. Tiap-tiap
seorang raja itu pengurus dan akan diperiksa dia dari hal urusannya. 3. Dan
tiap-tiap seorang laki-laki itu pengurus ditentang anak istrinya dan dia akan
diperiksa dari hal urusannya. 4. Tiap-tiap seorang perempuan itu pengurus
dirumahtangga lakinya dan akan diperiksa dia dari hal urusannya. 5. Tiap-tiap
seorang buruh itu pengurus ditentang harta benda tuannya dan akan diperiksa dia
dari hal urusannya. 6. Dan tiap-tiap seorang dari pada kamu itu pengurus dan
akan diperiksa dia dari hal urusannya.
(HR. Bukhary)
Kamu semuanya
adalah Pemimpin, sedangkan tiap-tiap pemimpin itu akan diperiksa dari hal
kepemimpinannya oleh Allah swt.
1. Seorang Raja (Kepala Negara) itu adalah pemimpin rakyat dia akan diperiksa
dari hal urusannya oleh Allah swt.
2. Seorang laki-laki itu juga adalah pemimpin ahlinya (keluarganya), juga akan
diperiksa atas kepemimpinannya.
3. Seorang perempuan (istri) itu adalah
pemimpin rumah tangga suaminya, juga akan diperiksa tentang hal
kepemimpinannya.
4. Karyawan (buruh) itu juga pemimpin dari harta benda tuannya (majikannya),
juga akan diperiksa atas urusannya.
5. Tegasnya kamu semuanya adalah pemimpin, tiap-tiap pemimpin bertanggung
jawab atas kepemimpinannya dihadirat Allah swt.
Jadi jelaslah
bahwa apabila seorang pemimpin tidak percaya kepada dirinya sendiri sudah tentu
yang dipimpinnya-pun akan rusak dan hancur.
Perhatikan
sejarah Fir'aun !
Fir'aun adalah
seorang Raja (Pemimpin) yang tidak percaya kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa dan
Allah itu Maha Mengetahui yang nyata dan yang ghaib.
Tahukah kamu
sekalian apakah yang terjadi ditengah-tengah kehidupan masyarakat yang demikian
itu?
Wahai
anak-anakku:
Berdiri bulu
roma kita kalau kita perhatikan dengan seksama/teliti, dimana ditengah-tengah
kehidupan yang demikian ini masyarakatnya menjadi kacau balau, tipu-menipu dan perjudian dalam segala bentuk dan corak,
tumbuh dengan suburnya. Kemudian tindakan-tindakan keji dan kejam berlaku dan
berjalan dengan seenak-enaknya saja.
Cobalah
perhatikan semuanya itu!
Coba engkau
lihat itu manusia-manusia sudah sedemikian buasnya, yang kuat menindas yang
lemah, yang kaya mengisap si miskin, pembesar/pemimpin menghimpit rakyat.
Durhaka dan
maksiat menjadijadi, hidup dengan suburnya dan sudah menjadi ikutan/pasaran
umum, yang akhirnya lenyaplah segala kebaikan dimuka bumi ini, maka hancurlah
sendi-sendi kehidupan manusia yang beradab dan seiring dengan itu semua adzab
datang menimpa umat.
Betapa
tidak wahai anak-anakku!
Allah akan
menurunkan adzab-Nya dan bertebaranlah adzab itu disana sini, dimana kesemuanya
akibat dari perbuatan pemimpin yang tidak percaya kepada dirinya juga tidak
percaya kepada Allah swt. dan inilah raja (pemimpin) yang dhalim.
Inilah suatu
gambaran yang nyata dan dapat dengan mudah dipahami serta kamu rasakan.
IV. Marilah kita memohon perlindungan
kepada Allah swt. semoga kita sekalian ini tetap berada dalam bimbingan serta
peliharaan-Nya dan dijauhkan dari bala bencana serta adzab yang sangat dahsyat
itu. amiin.
V. Wahai anak-anakku sekalian:
Perhatikan
nasihat dan wasiatku ini,
1.
Hendaklah kamu takut kepada fitnah
(kecelakaan) yang tidak hanya akan mengenai orang-orang yang dzalim diantara
kamu saja.
2.
Sungguh apabila manusia (kamu)
sekalian melihat orang-orang yang dhalim itu berbuat kedzalimannya, tetapi kamu
sekalian selaku raja (pemimpin) membiarkan dia (tidak selamatkan dia) dari
kedhaliman itu niscaya Allah swt. mengumunkan adzabnya atas mereka semuanya.
VI. Anak-anakku,
Cobalah kamu mengamalkan nasihat serta wasiatku ini, cara pengamalannya kau
mulai dari masyarakat yang kecil (rumah tanggamu sendiri) lalu sampaikan kepada
tetanggamu dan selanjutnya kampung, desa, akhirnya masyarakat kota.
Sedangkan
sasaran yang paling utama adalah masyarakat yang tergolong dalam kelompok Ash
Habul Yamiin (masyarakat beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa), kemudian barulah
kau lanjutkan kepada masyarakat yang tidak beriman dan seterusnya masyarakat
banyak.
Apakah yang
harus kau lakukan/perbuat dalam hal ini?
Jawabnya
mudah sekali, yaitu:
Ajaklah semua
manusia/umat ini kepada jalan Tuhan, utamakan pembinaan mental dan
spiritual.Hidupkan dan tumbuhkan didada (jiwa) mereka agar mereka:
1.
Percaya kepada diri sendiri.
2.
Percaya kepada Allah swt. Tuhan
Yang Maha Esa.
Adapun
cara-caranya ikutilah petunjuk-petunjukku sebagai berikut:
a.
Hendaklah kau pergunakan
kebijaksanaan.
b.
Pergunakanlah taktik-taktik yang
baik.
c. Ajaklah mereka
bertukar pikiran/pendapat, dengan cara-cara yang lebih baik yaitu:
1. Dengan memberi nasihat-nasihat yangbaik.
2. Dengan menyelenggarakan pendidikan.
3. Dan lain-lain yang kiranya bermanfaat untuk itu.
Akhirnya
sediakanlah dan persiapkanlah dirimu sekalian ini wahai anak-anakku, untuk
dapat mengamalkan apa-apa yang telah kuwasiatkan/kunasihatkan terdahulu serta
yang kemudian ini:
1.
Berlomba-lomba kamu berbuat
kebaikan.
2.
Bahwasanya kamu (mukmin) itu tidak
lain adalah saudara kepada yang lain (bersaudara). Oleh sebab itu buatlah
ishlah (damai) antara saudara kamu keduanya dan berbaktilah kepada Allah swt.
agar kamu sekalian mendapat rahmat-Nya.
3.
Tidak kamu dinamakan orang-orang
mukmin kecuali yang percaya kepada Allah swt. dan Rasul-Nya, serta tidak
ragu-ragu dengan bekerja bersungguh-sungguh dijalan Allah dengan hartanya,
pikirannya. Mereka inilah orang-orang yang benar, yaitu:
a.
Percaya kepada diri sendiri.
b.
Percaya kepada Allah swt.
c.
Percaya kepada masyarakat.
4.
Wahai orang-orang mukmin!
Patuh dan
tunduklah kamu sekalian kepada peraturan/hukum-hukum Allah dan sebagai tanda
kamu patuh (patuhmu itu) ialah perhatikan amal-amal/perbuatanmu untuk kemudian
hari, sebab Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu perbuat.
5.
Jangan kamu menjadi orang yang
lalai kepada Allah swt. nanti kamu akan lalai pula atas dirimu sendiri,
perbuatan yang demikian adalah rusak dan merusak masyarakat.
6.
Berbuat baiklah kepada Bapak-bapak
kamu, niscaya anak-anak kamu nanti akan berbuat baik kepada kamu dan
peliharalah kehormatan diri kamu niscaya isteri-isteri kamu akan pelihara
kehormatan diri mereka.
7.
Perhatikanlah oleh kamu sekalian
akan makhluk Allah dan janganlah kamu berpikir kepada/tentang dzat Allah karena
kamu tidak akan dapat mengukurnya.
8.
Bandingan orang-orang mukmin
ditentang bercintaan dan berkasih-kasihan serta bertolong-tolongan itu adalah
seperti satu badan (jasmani).
Apabila sakit
salah satu anggotanya (tubuh), maka terasa sakit seluruh anggota tubuh itu,
sehingga tidak bisa tidur serta demam (gemetar) tubuh itu seluruhnya.
VI.
Akhir kata demikianlah dulu
nasihat/wasiatku ini kepada kamu sekalian, semoga engkau semuanya ini dapat
kiranya berbuat/mengamalkannya.
Kemudian
daripada semua ini, aku berdoa semoga Allah swt menambahkan ilmu-Nya yang
bermanfaat/berguna dan ditambahkan kesehatan serta kecerdasan kita sekalian.
Amin amin amin Yaa Rabbal aalamiin.
KH. Muhammad
Natsir Abdullah
( Cetak Ulang )
